Friday, March 23, 2018

Masalah Keputihan Pada Organ Intim Kewanitaan


Keputihan, Apakah Normal?

Sebuah kata yang menciptakan banyak perempuan sering bingung. Apa sih yang dimaksud keputihan? Normalkah bila seorang perempuan mengalami keputihan? Apakah keputihan yaitu sebuah tdiri anda penyakit kelamin? Berikut penjelasannya.

Dalam istilah kedokteran, keputihan dikenal sebagai fluor albus atau leukorrhea. Kondisi keputihan yaitu adalah sebuah keadaan di mana perempuan mengeluarkan cairan dari vagina, dan bukan merupakan darah. Keputihan (vaginal discharge) yaitu adalah sebuah tanda-tanda yang sering dilaporkan pasien perempuan kepada dokter, yang mana tanda-tanda ini sanggup merupakan sesuatu yang normal atau yaitu sebuah kelainan. Bagaimanapun hal ini seringkali menciptakan seorang perempuan kelimpungan.

Secara normal, setiap perempuan mengeluarkan sejumlah cairan dari vagina. Cairan yang dihasilkan dari kelenjar yang ada di vagina dan lisan rahim ini berfungsi sebagai pembersih alami vagina dan mencegah benjol dengan cara membuang sel mati dan kuman. Cairan ini sanggup tampak jernih, putih ibarat awan, dan/atau kekuningan dikala mengering di celana dalam.

Biasanya keputihan yang terjadi yaitu normal. Karakteristik dari keputihan sanggup mengalami perubahan dalam jumlah, bau maupun warna atau kekentalan dipengaruhi oleh:
  • Siklus menstruasi 
  • Stres emosional 
  • Status nutrisi 
  • Kehamilan 
  • Penggunaan obat (termasuk pil KB) 
  • Rangsangan seksual 
  • Gangguan psikologis
  • Benda asing
  • Peradangan vagina atau organ reproduksi lainnya yang disebabkan oleh benjol menular seksual (IMS) atau benjol lainnya yang tidak ditularkan melalui korelasi seksual.  
  • Fistula (robeknya dinding pemisah antara vagina dan rektum, umum terjadi lantaran akhir persalinan)
  • Tumor jinak atau ganas pada organ reproduksi wanita
Hormon estrogen kuat besar terhadap terjadinya keputihan, ibarat dikala pubertas dan kehamilan. Sementara siklus menstruasi kuat pada lingkungan vagina contohnya pada pertengahan siklus. Pada masa ini, cairan yang keluar menjadi lebih berair dan berwarna jernih. Keseimbangan pH berubah sesuai siklus, dan paling asam beberapa hari sebelum dan dikala menstruasi. Karena kondisi vagina yang asam, pada masa ini banyak terjadi infeksi. Saat menjelang menstruasi juga meningkatkan keluarnya cairan vagina.

Asal keputihan
Leukorea berasal dari:
  1. Vulva.
  2. Vagina.
  3. Servik uteri.
  4. Korpus uteri.
  5. Tuba.
Jenis Keputihan
Keputihan terbagi menjadi dua jenis yaitu yang bersifat fisiologis dan Patologis.

Keputihan Fisiologis
Jenis keputihan ini biasanya sering terjadi dikala masa subur, serta dikala sehabis dan sebelum menstruasi. Biasanya dikala kondisi-kondisi tersebut sering terdapat lendir yang berlebih, itu yaitu hal normal, dan biasanya tidak mengakibatkan rasa gatal serta tidak berbau. Keputihan fisiologis pada perempuan hamil tidak kuat terhadap janin secara langsung, lantaran adanya selaput ketuban yang sanggup melindungi janin.
Keputihan fisiologis atau juga banyak disebut keputihan normal mempunyai ciri-ciri:
  • Cairan keputihannya encer
  • Cairan yang keluar berwarna krem atau bening
  • Cairan yang keluar tidak berbau
  • Tidak mengakibatkan gatal
  • Jumlah cairan yang keluar terbilang sedikit
Keputihan Patologis
Keputihan jenis patologis disebut juga sebagai keputihan tidak normal. Jenis keputihan ini sudah termasuk ke dalam jenis penyakit. Keputihan patologis sanggup mengakibatkan banyak sekali imbas dan hal ini akan sangat mengganggu bagi kesehatan perempuan pada umumnya dan khususnya kesehatan kawasan kewanitaan.
Keputihan patologis akhir adanya benjol akan mengakibatkan meningkatnya resiko bayi lahir prematur pada perempuan hamil dan bayi pun akan turut terkena infeksi. Bayi yang terkena benjol virus beresiko mengalami ganngguan pencernaan dan gangguan pernapasan sampai sanggup mengakibatkan bayi mengalami kematian. Dan bayi yang mengalami benjol akhir bakter sanggup mengakibatkan kebutaan pada bayi.Keputihan tidak normal ini Biasanya akhir dari benjol menular seksual, yang melibatkan adanya bakteri, jamur, atau parasit. Selain lantaran infeksi, keganasan (malignancy), masuknya benda asing, perubahan keasaman (PH) vagina, peradangan vagina, polip atau kelainan struktur lisan rahim, dan fisula.
Keputihan patologis mempunyai ciri-ceiri sebagai berikut:
  • Biasanya menyisakan bercak-bercak yang telihat pada celana dalam wanita.
  • Berwarna putih/keabuan, kuning/hijau 
  • Konsistensi kental (terkadang sanggup juga encer) banyak
  • Berbau ibarat telur busuk atau anyir 
  • Gatal atau perih 
  • Rasa terbakar dikala buang air 
  • Berbusa
  • Jumlah cairan yang keluar sangat banyak 
Beberapa cara untuk menghindari keputihan yang tidak normal adalah:
  • Menjaga kebersihan vagina dengan membilasnya secara terpola dengan lembut menggunakan air hangat dan sabun biasa (mild soap) 
  • Membersihkan vagina dengan air higienis yang mengalir dengan cara mengusap dari depan ke belakang 
  • Jangan pernah menggunakan sabun atau produk kewanitaan beraroma, serta hindari mengerjakan douching 
  • Memilih pakaian dalam yang terbuat dari 100% katun, menggunakan celana yang yang tidak ketat dan menyerap keringat 
  • Mengganti pembalut sempurna waktu minimal 3 kali sehari 
  • Menghindarkan faktor risiko benjol ibarat berganti-ganti pasangan seksual, serta investigasi ginekologi secara teratur. 
  • Keluar gumpalan putih ibarat keju
Penyebab Keputihan
Faktor kebersihan yang kurang baik. Kebersihan di darerah vagina haruslah terjaga dengan baik. Jika, kawasan vagina tidak dijaga kebersihannya akan menimbulkan banyak sekali macam penyakit salah satunya keputhan. Hal ini mengakibatkan kelembaban vagina mengalami peningkatan dan hal ini menciptakan penyebab benjol berupa basil patogen akan sangat gampang untuk menyebarnya.
Stress. Semua organ badan kinerjanya di pengaruhi dan dikontrol oleh otak, maka ketika reseptor otak mengalami kondisi stress hal ini sanggup mengakibatkan terjadinya perubahan dan keseimbangan hormon -hormon dalam badan dan hal ini sanggup menimbulkan terjadinya keputihan.
Penggunaan obat-obatan. Penggunaan obat antibitok dalam jangka usang sanggup mengakibatkan sistem imunitas pada badan wanita, dan obat antibiotik biasanya sanggup menimbulkan keputihan. Sedangkan gangguan keseimbangan hormonal sanggup juga disebabkan oleh penggunaan KB
Keputihan yang disebabkan oleh jamur, parasit, basil dan virus
Jamur Monilia atau Candidas. Bercirikan mempunyai warna putih ibarat susu, cairannya sangat kentar, sangat berbau tidak seda dan menimbulkan rasa gatal pada sekitar kawasan vagina. Hal ini sanggup mengakibatkan vagina mengalami radang dan kemerahan. Biasanya hal ini juga dipicu oleh adanya penyakit kencing manis, penggunaan pil KB, serta badan yang mempunyai daya tahan rendah.

Parasit Trichomonas Vaginalis
Terjadi dan ditularkan melalui korelasi seks, bibir kloset atau oleh perlengkapan mandi. Memiliki ciri, cairan yang keluar sangat kental, mempunyai warna kuning atau hijau, berbuih dan berbau anyir. Keputihan akhir benalu tidak menimbulkan gatal, tapi kalau ditekan vagina akan terasa sakit

Bakteri Gardnella
Keputihan akhir benjol basil ini mempunyai ciri berwarna keabuan, sedikit encer, mempunyai bau ami dan berbuih. Keputihan jenis ini sanggup menimbulkan rasa gatal yang sangat menggangu.

Virus
Keputihan jenis ini timbul akhir penyakit kelamin, seerti HIV/AIDS, herpes dan conyloma. Timbulnya kutil-kutil yang banyak dan diikuti oleh cairan berbau mendiri andakan adanya virus condyloma. Biasanya ibu hamil sering terserang oleh virus ini. VIrus yang sanggup ditularkan oleh korelasi seks yaitu virus herpes. Cirinya adanya luka yang melepuh di sekitar lubang vagina, terasa panas dan menimbulkan rasa gatal. Kanker lisan rahim yang sangat berbahaya bagi andam perempuan sanggup di picu oleh keputihan yang disebabkan oleh keputihan akhir virus. Mengetahui penyebab dari keputihan sangatlah penting lantaran jenis obat yang dipakai untuk mengobati keputihan akan berbeda menurut penyebabnya. Apabila tidak sempurna menentukan obat, kelainan keputihan tak akan hilang. Seorang dokter akan memulai investigasi dengan menanyakan riwayat keputihan (durasi dan karakteristik), riwayat korelasi seksual, riwayat alergi dan kondisi kesehatan terkait lainnya, keluhan penyerta, kaitannya dengan siklus menstruasi maupun faktor pelopor lainnya.

Selanjutnya dokter mengerjakan investigasi fisik terutama kepingan perut dan investigasi vagina dengan menggunakan spekulum. Hal ini dimaksudkan untuk mendapat visualisasi vagina dan lisan rahim. Dokter juga mengerjakan investigasi dalam (pemeriksaan bimanual) untuk mengetahui kondisi organ reproduksi. Penelusuran lebih khusus dikerjakan dengan mengusut pola cairan vagina untuk menentukan penyebab niscaya keputihan. Cara pengambilannya sanggup dengan mengerjakan usapan pada dinding vagina atau lisan rahim, pengukuran pH vagina, atau kolposkopi.

Pengobatan yang diajarkan oleh dokter akan sangat tergantung pada penyebab keputihan yang tidak normal. Bila dikarenakan oleh jamur, maka obatnya yaitu anti jamur dengan sediaan yang dimasukkan ke dalam vagina (bentuknya sanggup krim atau gel). Lazimnya di Indonesia sediaan yang diajarkan yaitu pil untuk diminum oleh pasien. Keputihan akhir basil diobati dengan pil atau krim antibiotik. Sementara yang disebabkan parasit, contohnya Trichomonas, biasanya dokter memberi metronidazole (Flagyl).  Penting diketahui bahwa, pinjaman obat ke dalam vaginal hanya untuk para perempuan yang sudah pernah berafiliasi seksual.

Keputihan sebaiknya diobati semenjak dini, begitu timbul gejala. Infeksi vagina juga sanggup menimbulkan menyebar mengenai organ lain ibarat peradangan ke kanal kencing, sehingga menimbulkan rasa pedih atau nyeri dikala si penderita buang air kecil. Selain itu, bila dibiarkan sanggup menyebar sampai ke rongga rahim menuju kanal indung telur (tuba falopi), ke indung telur, dan akibatnya ke rongga panggul sebagai suatu peradangan dan menimbulkan nyeri. Kondisi ini pada akibatnya sanggup memengaruhi tingkat kesuburan wanita.


Mencegah Keputihan Secara Umum
  • Bersihkan selalu organ intim diri anda. Bersihakan dengan menggunakan pembersih yang tidak mengakibatkan gangguan kestabilan pH pada kawasan vagina diri anda. Gunakan produk pembersih terbuat dari materi susu. Produk yang terbuat dari materi dasar susu sanggup menjaga pH seimbang juga meningkatkan tumbuhan dan basil yang tidak dekat sanggup ditekan. Penggunaan sabun antiseptik kurang baik bagi vagina dalam jangka panjang, lantaran bersifat agat keras.
  • Jangan menggunakan bedak atau bubuk yang bertujuan menciptakan vagina harum atau kering. Bedak sangat kecil dan halus, hal ini gampang terselip dan tidak sanggup terbersihkan, sehingga mengundang datangnya jamur pada vagina.
  • Keringkanlah selalu vagina diri anda setelah mandi, cebok atau mencui vagina sebelum diri anda berpakaian
  • Pakailah selalu pakaian dalam yang kering. Usahakan selalu untuk membawa cadangan guna berjaga-jaga kalau celana dalam diri anda perlu diganti
  • Gunakan celana luar yang mempunyai pori-pori cukup, jangan terlalu seirng menggunakan celana luar yang ketat, hal ini sanggup mengakibatkan sirkluasi di kawasan kewanitaan terganggu.
  • Gunakan celana dalam dari materi katun, lantaran materi katun sanggup menyerap keringat.
  • Saat periode menstruasi, seringlah diri anda mengganti pembalut
  • Panty liner dipakai dikala dirasa perlu saja, janga dipakai terlalu lama.
  • Jika diri anda stress, ambil waktu libur atau cuti diri anda, rileks kan pikiran diri anda sejenak. Karena stress juga sanggup memacu keputihan
  • Kurangi untuk kegiatan yang menciptakan diri anda sangat letih, kepanasan dan banyak mengeluarkan keringat, atau kalau sudah mengerjakan acara tersebut, segera mandi dan bersihkan badan diri anda khususnya kawasan kemaluan.